stcharlestavern.com – Rumah tradisional adalah rumah yang dibangun dengan cara yang sama tanpa adanya perubahan dari generasi sebelumnya ke generasi seterusnya. Rumat tradisional ini juga dibangun dengan melihat dari sisi kegunaan, arti sosial budaya dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat dibalik gaya bangunan dari rumah itu sendiri. Berbagai macam arsitektur pada rumah tradisional menunjukan cara hidup, ekonomi, budaya dan hal-hal yang lain.

Indonesia memiliki daerah-daerah dengan keaneka ragaman rumah tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Salah satunya tersebar di Pulau Sumatra. Pulau yang memiliki nama lain Pulau Percha, Suwarnadwipa atau Andalas dimana dalam bahasa sanskerta memiliki arti pulau emas.

Terbagi menjadi 10 provinsi yaitu Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung dan Lampung yang masing-masing dari provinsi tersebut memiliki rumah adat yang berbeda.

Berikut ini penjelasan mengenai rumah adat yang ada di Sumatra dari berbagai macam provinsi yang telah disebutkann sebelumnya, antara lain :

1. Rumah adat Krong Bade

rumah adat krong bade

Rumah adat yang berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam yang biasa dikenal sebagai rumoh Aceh. Rumah ini merupakan salah satu budaya Indonesia yang hampir punah karena beberapa masyarakat aceh memilih untuk bertempat tinggal di rumah yang modern. Hal ini terjadi karena harga pembangunan rumah dan biaya perawatan Rumah Krong bade memiliki biaya yang cukup besar.

Ciri khas dari rumah adat ini adalah pada tangga di depan rumah untuk orang-orang yang akan masuk kedalam rumah. Jumlah anak tangganya bernominal ganjil. Bahan dasar Rumah Krong Bade adalah kayu, sedangkan atapnya terbuat dari daun rumbia. Ukiran dari rumah ini antara satu dengan yang lainnya tidaklah sama tergantung dari kemampuan ekonomi pemilik rumah.

Pembagian ruangan dari Rumah Krong Bade terbagi menjadi 4 dimana setiap ruangan memiliki fungsinya masing-masing :

– Ruangan Bawah

Fungsi dari ruangan ini pada Rumah Krong Bade adalah sebagai tempat menyimpan barang-barang dari pemiliki rumah, contohnya seperti hasil panen dan juga alat penumbuk padi.

Ruangan ini juga bisa dikatakan sebagai gudang yang juga menjadi tempat bagi kaum perempuan untuk membuat kain khas dari Aceh  dan tempat untuk menjual kain yang telah dibuat.

– Ruang Depan

Ruangan ini berfungsi untuk tempat bersantai bagi anggota keluarga atau juga bisa untuk menerima tamu. Di ruangan ini tidak terdapat kamar.

– Ruang Tengah

Ruangan ini memiliki kamar di sisi kanan dan sisi kiri. Ruangan ini tidak boleh dimasuki oleh tamu karena khusus untuk anggota keluarga saja, namun nyatanya tidak semua dari anggota keluarga pun dapat masuk ke ruang tengah.

Pada acara pernikahan, ruang tengah ini untuk ruang tidur pengantin, sedangkan pada acara kematian digunakan untuk ruangan pemandian mayat.

– Ruang Belakang

Ruang ini untuk dapur serta tempat keluarga saling bercengkrama antara satu dengan lainnya. Ruang belakang tidak memiliki kamar sama seperti ruang depan.

2. Rumah adat Bolon

Rumah Adat Batak Bolon

Rumah adat dari suku batak yang berasal dari daerah Sumatra Utara, Indonesia yang menjadi simbol identitas dari masyarakat tersebut. Rumah ini memiliki beberapa jenis, diantaranya rumah Bolon Simalungun, rumah Bolon Toba, rumah Bolon Karo, rumah Bolon Angkola, rumah Bolon Pakpak, rumah Bolon Mandailing yang dari setiap rumahnya memiliki ciri khasnya masing-masing. 

Namun, rumah ini sulit ditemukan karena tidak terlalu banyak jumlahnya. Sehingga Rumah Bolon perlu dilestarikan karena termasuk salah satu budaya yang ada di Indonesia.  Ciri khas dari rumah adat bolon adalah atapnya terbuat dari ijuk, sedangkan lantainya terbuat dari papan. Bahan bangunan biasanya terbuat dari kayu. Bagian dalam rumah tidak terbagi atas kamar, namun bukan berarti tidak ada pembagian ruangannya.

Penyatuan bahan-bahan rumah hanya dengan tali bukan dengan paku. Ukiran pada badan Rumah Bolon memiliki makna sesuai dengan kehidupan masyarakat batak.

3. Rumah adat Gadang

Rumah adat Gadang

Rumah adat yang berada di Indonesia khususnya ada pada Provinsi Sumatra Barat. Rumah ini juga disebut sebagai Rumah Baanjuang atau Rumah Bagonjong oleh masyarakat setempat.

Pada kawasan Minangkabau tidak semua masyarakat mendirikan Rumah Gadang karena yang boleh mendirikan hanya yang sudah memiliki status sebagai nagari saja. Ciri khas dari rumah adat ini terletak pada keunikan bentuk arsitekturnya pada puncak bagian atapnya runcing seperti tanduk kerbau. 

Bagian depan rumah diukir dengan motif bunga, akar, bidang segiempat, daun dan genjang. Selain itu, bagian depan memiliki satu tangga pada umumnya. Lalu, dibagian belakang rumah dilapisi dengan menggunakan belahan bambu. 

4. Rumah adat Selaso Jatuh Kembar

Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar

Rumah adat khas Riau yang berfungsi sebagai tempat pertemuan, tempat melaksanakan kegiatan bersama-sama, tetapi tidak menjadi tempat tinggal perseorangan. Rumah adat ini memiliki nama lain balirung sari, balai penobatan, balai karapatan dan lain-lain.

Namun kini telah digantikan oleh masjid, jadi untuk acara-acara adat (penobatan kepala adat, musyawarah, upacara adat) tidak menggunakan bangunan ini lagi. Bentuk Rumah adat Selaso Jatuh Kembar dikelilingi penyangga yang selaras dengan lantai yang lebih rendah. Memiliki ukiran bentuk tumbuhan dan hewan yang masing-masing terdapat maknanya sendiri-sendiri.

5. Rumah adat Lancang

Rumah adat Lancang

Salah satu rumah adat masyarakat Provinsi Riau, Indonesia. Rumah Lancang juga memiliki nama lain yaitu Rumah Lontik. Bentuk rumahnya seperti rumah panggung untuk menghindar dari bahaya seperti arus banjir dan serangan binatang buas.

Kolong rumah juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat untuk berternak, tempat anak-anak bermain, tempat mengimpan perahu, tempat bertukang dan tempat mengimpan kayu untuk persiapan penyambutan bulan puasa.

Bagian rumah secara umum terdiri atas rumah induk (ruang besar dan kamar), dapur dan penghubung antara rumah induk dan dapur. Ruangan-ruangannya meliputi pangkal rumah, ujung rumah, ujung tengah, poserek (ruang peristirahatan), sulo pandan (tempat meletakkan barang dan peralatan dapur), pedapuan (ruang yang didominasi oleh perempuan), rangkiang (lumbung penyimpanan hasil panen), dan penampung air. Ciri khas dari Rumah lancang adalah berbentuk seperti perahu. 

6. Rumah adat Kajang Leko

Rumah Adat Jambi Kajang Leko

Rumah adat masyarakat Melayu Jambi yang pada daerah tertentu disebut sebagai Rumah Tuo. Gaya dari rumah tradisional Kajang Leko sesuai dengan warisan nenek moyang masyarakat Jambi untuk bagian interior maupun eksteriornya. Pada bagian belakang rumah terdapat lumbung yang digunakan sebagai tempat menyimpan hasil panen seperti padi.

7. Rumah adat Limas

Rumah Linmas

Rumah adat Provinsi Sumatra Selatan yang ditandai dengan bentuk limas pada bagian atapnya. Rumah ini memiliki nama lain yaitu Rumah Bari. Pada lantai yang bertingkat digunakan untuk kepentingan keluarga, sedangkan untuk menerima tamu ada diteras atau lantai kedua Rumah Limas.

Bahan yang digunakan untuk pembuatan rumah adalah kayu unglen atau ulin yang tahan air dan kuat. Kayu tembesu juga digunakan untuk pembuatan dinding, lantai dan pintu. Selain itu, kayu seru juga digunakan untuk bagain rangkanya. Rumah Limas menunjukkan identitas adat masyarakat dilihat dari berbagai macam ragam hiasnya.

tidak cuma rumah adat yang punya beragam macam, buktinya, bangun datar pun punya banyak macamnya loh. simak artikel tentang macam-macam bangun datar beserta rumusnya.

8. Rumah adat Rakit Limas

Rumah adat Rakit Limas

Rumah adat yang dikenal berasal dari Bangka Belitung. Secara garis besar, Kepulauan Bangka Belitung hanya memiliki jenis Rumah Rakit, Rumah Limas dan Rumah Panggung dimana Rumah Rakit dan Rumah Limas menjadi bagian dari rumah ini sehingga dikenal sebagai rumah adat rakit Limas pada daerah ini. Ketiga rumah memiliki bentuk yang tidak sama, namun ketiga bangunan menggunakan arsitektur dan adat Melayu.

9. Rumah adat Bubungan Lima

Rumah adat Bubungan Lima

Rumah adat yang berasal dari Provinsi Bengkulu, Indonesia. Model dari rumah ini seperti rumah panggung yang ditopang oleh beberapa tiang dan digunakan untuk acara adat masyarakat disana.

Rumah ini terbagi menjadi tiga bagian yaitu rumah bagian atas, rumah bagian tengah dan rumah bagian bawah. Terbuat dari Kayu Medang Kemuning yang kuat dan tahan lama. Selain itu, Rumah Bubungan Lima dibangun secara tinggi supaya pemilik rumah bersama dengan keluarganya terhindar dari bencana alam dan dari serangan binatang liar.

10. Rumah adat Nuwo Sesat

rumah adat lampung

Rumah adat yang berasal dari Provinsi Lampung dan berfungsi sebagai tempat pertemuan adat pada saat musyawarah. Karena hal tersebut, rumah adat ini juga disebut sebagai Balai Agung. Ciri khasnya terletak pada ukiran dengan motif perahu pada bagian sisi depan rumah.

Selain itu, ada juga ciri khas yang lain pada hiasan payung berwarna kuning, merah, dan putih yang berukuran besar pada bagian atap. Payung tersebut adalah lambang dari tingkat tetua adat masyarakat tradisional Lampung. Rumah Nuwo Sesat dalam hal fisik berbentuk rumah panggung bertiang yang sebagian besar terbuat dari papan kayu. Rumah adat ini sudah berbentuk lebih modern pada zaman sekarang, tetapi masih ada beberapa daerah di Lampung yang menggunakan rumah adat Nuwo Sesat ini.   


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *